Fakultas Hukum Universitas Jakarta menggelar seminar tentang kebudayaan dengan tema “Generasi Muda dan Pelestarian Budaya Betawi” yang diadakan pada tanggal 24 Juni 2026. Pembicara dalam kegiatan seminar ini yaitu bapak Muhammad Ichwan Ridwan, S.E yang merupakan salah satu Tokoh Betawi yang dikenal masyarakat luas. Dalam kegiatan ini turut pula dihadiri oleh Dekan Fakultas Hukum Universitas Jakarta bersama jajaran struktural dan para dosen.
Ahmad Farhan Choirullah, S.H.I., M.A mengatakan bahwa “acara ini untuk memperingati hari lahirnya kota Jakarta yang ke – 499, dan tema yang diusungkan oleh panitia kegiatan seminar sangat menarik berkaitan dengan pelestarian budaya Betawi. Sebagaimana kita ketahui, banyak anak-anak muda yang sudah tergerus oleh kemajuan zaman sehingga mulai meninggalkan dan melupakan kebudayaannya. Padahal kebudayaan itu merupakan identitas yang harus dijaga dan dilestarikan sehingga tidak punah. Karenanya dengan diadakannya kegiatan seminar pelestarian budaya Betawi ini, mari sama-sama kita bangun kembali semangat khususnya para generasi muda baik melalui pengembangan penelitian, mengadakan pengabdian kepada masyarakat dan lainnya”, imbuhnya.
Dalam kesempatan ini narasumber bapak Muhammad Ichwan Ridwan, S.E mengatakan bahwa “kota Jakarta menjadi kota megapolitan yang tersentral pada ekonomi, politik, namun di sisi lain budaya Betawi terus mengalami dekandensi, acara ini bermaksud untuk memupuk kembali generasi muda dan upaya memupuk nilai-nilai budaya Betawi yang ada di kota Jakarta”, ujarnya.
Diskusi lebih hangat saat mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Jakarta bertanya, “bagaimana solusinya agar budaya Betawi tidak tergerus oleh zaman?”, tanya seorang mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Jakarta. Muhammad Ichwan Ridwan, S.E dengan lantang menjawab “Ada dua solusi yang saya paparkan. Pertama Pemprov DKI Jakarta harus terus membuat program budaya Betawi. Kedua, generasi muda Betawi harus melestarian dalam seni dan budaya, jangan malu melestarikan budaya. Apalagi saat ini didukung teknologi, jadilah konten kreator budaya Betawi, begitu jawabnya.
Acara seminar ini juga dihadiri oleh para mahasiswa lintas fakultas dan masyarakat, organisasi mahasiswa dan organisasi kepemudaan.

